Uncategorized

Flyover Latumenten Ditarget Rampung Desember 2026, Macet Grogol Dipangkas 40%


Ringkasan Cepat:

  • Progres pembangunan Flyover Latumenten sudah mencapai 55,2 persen per 2 Juli 2026.
  • Proyek senilai Rp259 miliar ini ditarget rampung pada 15 Desember 2026.
  • Pemprov DKI Jakarta memperkirakan kemacetan di Grogol, Pluit, dan Slipi bisa dipangkas hingga 40 persen.

Jakarta Barat, 03 Juli 2026 — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau langsung proyek Flyover Latumenten di Grogol Petamburan, Kamis (2/7), dan menargetkan konstruksi senilai Rp259 miliar itu rampung pada 15 Desember 2026 guna mengurai kemacetan kronis di Jakarta Barat.

Mengapa Ini Penting?

Flyover Latumenten Ditarget Rampung Desember 2026, Macet Grogol Dipangkas 40%

Kawasan Latumenten selama bertahun-tahun jadi titik kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api di dekat Stasiun Grogol. Setiap kali palang pintu ditutup untuk kereta lewat, antrean kendaraan menumpuk hingga ke ruas jalan sekitarnya, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Flyover ini menjadi salah satu proyek infrastruktur prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk memisahkan arus kendaraan dari jalur kereta. Menurut data konektivitas transportasi Jakarta Barat dari Pemprov DKI Jakarta, proyek ini digadang menjadi solusi jangka panjang bagi salah satu titik lalu lintas terpadat di ibu kota.

“Flyover Latumenten ini salah satu flyover yang paling ditunggu di Jakarta.” — Pramono Anung Wibowo, Gubernur DKI Jakarta, 2 Juli 2026

Setelah flyover beroperasi, perlintasan sebidang kereta api di bawahnya akan ditutup total demi keselamatan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, memperkirakan langkah ini bisa memangkas waktu tempuh pengguna jalan sekitar 10 hingga 15 menit karena kendaraan tak lagi tertahan buka-tutup palang kereta.

Reaksi dan Dampak

Flyover Latumenten Ditarget Rampung Desember 2026, Macet Grogol Dipangkas 40%

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyebut progres proyek masih sesuai jadwal. Ia mengungkapkan usulan flyover ini bermula dari keluhan warga sekitar perlintasan kereta saat dirinya melakukan reses pada 2024, sebelum akhirnya masuk proses kajian dan lelang menjelang akhir 2025.

“Flyover Latumenten ini progresnya masih on the track, mudah-mudahan bisa selesai Desember 2026 nanti.” — Hardiyanto Kenneth, Anggota DPRD DKI Jakarta, 2 Juli 2026

Bagi warga sekitar, penantian ini terasa panjang. Wakil Camat Grogol Petamburan menyambut progres pembangunan sebagai jawaban atas persoalan kemacetan yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Namun tidak semua pihak yakin flyover ini otomatis menuntaskan kemacetan Grogol. Sejumlah pengamat mengingatkan bahwa kawasan ini punya riwayat panjang proyek jalan yang dijanjikan mengurai macet, namun kepadatan tetap muncul kembali begitu volume kendaraan pulih atau meningkat. Faktor seperti pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi dan pola pergerakan warga ke arah Pluit dan Slipi disebut tetap perlu diantisipasi meski flyover sudah beroperasi.

Di sisi transportasi publik, flyover ini dirancang terintegrasi dengan KRL Commuter Line, Transjakarta, dan JakLingko lewat skywalk berlift serta jembatan penyeberangan orang yang ramah disabilitas. Area di bawah flyover rencananya juga ditata menjadi ruang terbuka hijau dan fasilitas publik — sejalan dengan tren penataan ruang kota yang belakangan makin jadi perhatian pemerintah daerah, sebagaimana pernah dibahas bikinews dalam laporan soal penanganan tumpukan sampah yang mencemari aliran sungai di Banten.

Kronologi Peristiwa

Flyover Latumenten Ditarget Rampung Desember 2026, Macet Grogol Dipangkas 40%
WaktuKejadian
2024Warga mengeluhkan kemacetan ke DPRD DKI saat masa reses Hardiyanto Kenneth
Sebelum 2025Kajian kelayakan proyek flyover disusun karena anggaran belum tersedia
Akhir 2025Proyek masuk proses lelang dan mulai dikerjakan
2 Juli 2026Progres pembangunan mencapai 55,2%, ditinjau langsung Gubernur Pramono Anung
15 Desember 2026 (target)Flyover ditargetkan rampung dan perlintasan sebidang kereta ditutup

Apa Selanjutnya?

Flyover Latumenten Ditarget Rampung Desember 2026, Macet Grogol Dipangkas 40%

Pemprov DKI menyatakan akan terus memantau ritme pekerjaan kontraktor dan konsultan pengawas agar target Desember 2026 tidak meleset, tanpa mengorbankan aspek keselamatan kerja dan kualitas konstruksi. Setelah flyover rampung, Dinas Bina Marga akan menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Grogol dan Slipi menjelang penutupan perlintasan sebidang, mengingat jalur bawah yang melintasi rel kereta akan ditutup demi alasan keselamatan.

Warga yang rutin melintasi kawasan Latumenten disarankan memantau pengumuman resmi Pemprov DKI Jakarta menjelang rekayasa lalu lintas tersebut, karena penutupan jalur bawah berpotensi memicu penyesuaian rute sementara sebelum flyover sepenuhnya beroperasi.


Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *