bikinews – Suasana malam yang biasanya tenang di sebuah minimarket di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mendadak berubah mencekam. Dua pria bersenjata api melakukan aksi perampokan yang berlangsung hanya dalam hitungan menit, tetapi meninggalkan trauma mendalam bagi para karyawan.
Dalam peristiwa tersebut, dua karyawan minimarket menjadi korban tembakan saat berusaha menyelamatkan diri dan mempertahankan tempat kerjanya. Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan betapa cepat dan terorganisirnya aksi para pelaku.
Kasus ini kembali mengingatkan bahwa tindak kriminal bersenjata masih menjadi ancaman serius, terutama bagi minimarket yang beroperasi hingga larut malam atau bahkan selama 24 jam. Aparat kepolisian kini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku serta memburu keberadaan mereka.
Perampokan Terjadi Menjelang Toko Tutup
Peristiwa terjadi pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 23.10 WIB di sebuah minimarket yang berada di Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.
Saat itu kondisi toko hampir tutup. Rolling door masih terbuka sebagian karena para karyawan sedang menyelesaikan aktivitas penutupan toko dan menghitung hasil penjualan harian.
Di saat situasi mulai sepi, dua pria tiba-tiba masuk ke dalam toko. Keduanya mengenakan helm, masker, dan jaket sehingga wajah mereka sulit dikenali. Masing-masing pelaku juga membawa senjata api yang langsung diarahkan kepada para karyawan.
Tanpa banyak bicara, pelaku mengancam kasir dan memaksa korban menunjukkan lokasi penyimpanan uang di dalam brankas. Aksi mereka berlangsung sangat cepat, seolah telah memahami kondisi toko dan mengetahui waktu yang dianggap paling aman untuk melancarkan perampokan.
Dua Karyawan Menjadi Korban Tembakan
Situasi berubah semakin mencekam ketika salah satu pelaku melepaskan tembakan.
Menurut keterangan saksi, salah seorang karyawan berusaha melarikan diri keluar toko untuk meminta pertolongan warga sekitar. Namun upaya tersebut dibalas pelaku dengan tembakan yang mengenai bagian punggung korban.
Korban lainnya berada di dekat ruang brankas ketika pelaku memaksa membuka tempat penyimpanan uang. Saat situasi semakin kacau, pelaku kembali melepaskan tembakan hingga mengenai kaki korban. Proyektil peluru bahkan dilaporkan masih bersarang di kaki korban sehingga harus menjalani tindakan medis lebih lanjut di rumah sakit.
Selain korban yang terkena tembakan langsung, serpihan peluru juga dilaporkan sempat melukai karyawan lain ketika pelaku melepaskan tembakan ke arah kasir.
Peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat sehingga para korban tidak memiliki banyak kesempatan untuk menyelamatkan diri.
Uang Tunai Jadi Sasaran Pelaku
Setelah berhasil menguasai situasi, kedua pelaku langsung menuju ruang penyimpanan uang.
Di bawah ancaman senjata api, para karyawan dipaksa membuka brankas. Pelaku kemudian mengambil uang tunai yang tersimpan sebelum melarikan diri menggunakan kendaraan yang telah dipersiapkan.
Menurut keterangan pihak minimarket, barang dagangan tidak menjadi sasaran. Pelaku hanya membawa uang tunai dengan nilai kerugian diperkirakan lebih dari Rp7 juta.
Cara pelaku beraksi membuat polisi menduga bahwa mereka telah merencanakan perampokan tersebut dengan matang. Pemilihan waktu menjelang toko tutup dinilai memberikan peluang lebih besar karena jumlah karyawan terbatas dan kondisi lingkungan relatif sepi.
CCTV Rekam Seluruh Aksi Pelaku
Seluruh aksi para pelaku berhasil terekam kamera CCTV yang terpasang di dalam minimarket.
Rekaman memperlihatkan dua pria masuk dengan gerakan cepat sambil menodongkan senjata api ke arah kasir. Para karyawan tampak tidak dapat melakukan perlawanan karena berada dalam ancaman.
Video tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Banyak warganet mengaku prihatin melihat aksi kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap pekerja minimarket yang hanya menjalankan tugasnya.
Keberadaan rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti penting bagi penyidik untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, pola pergerakan mereka, serta kemungkinan kendaraan yang digunakan saat melarikan diri.
Polisi Masih Memburu Pelaku
Satreskrim Polres Majalengka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan.
Selain memeriksa rekaman CCTV, penyidik juga mengumpulkan keterangan para saksi dan korban yang selamat. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas pelaku, asal senjata api yang digunakan, hingga kemungkinan keterlibatan jaringan pelaku kejahatan lain.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai penangkapan pelaku. Kepolisian memastikan proses penyelidikan terus dilakukan dan masyarakat diminta segera melapor apabila mengetahui informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Kasus ini kembali memunculkan pembahasan mengenai keamanan minimarket yang beroperasi hingga malam hari.
Tidak sedikit minimarket yang hanya dijaga dua atau tiga karyawan pada shift malam. Kondisi tersebut membuat mereka rentan menjadi sasaran pelaku kriminal, terutama ketika sedang menghitung hasil penjualan atau menutup toko.
Pakar keamanan menilai sistem pengamanan perlu terus diperkuat. Selain pemasangan CCTV berkualitas tinggi, keberadaan tombol darurat, sistem alarm, brankas dengan pengamanan berlapis, hingga koordinasi cepat dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko tindak kejahatan.
Di sisi lain, pelatihan bagi karyawan juga dinilai penting. Dalam situasi perampokan bersenjata, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan mempertahankan aset perusahaan.
Perampokan di minimarket Majalengka menjadi pengingat bahwa tindak kriminal dapat terjadi kapan saja, terutama di jam-jam rawan ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang.
Bagi para pekerja minimarket, kesiapsiagaan terhadap situasi darurat perlu terus ditingkatkan. Sementara bagi masyarakat, memberikan informasi kepada aparat apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan dapat membantu mencegah kejahatan serupa.
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya dukungan terhadap korban yang mengalami trauma akibat kekerasan bersenjata. Selain perawatan medis, pendampingan psikologis sering kali dibutuhkan agar korban dapat kembali menjalani aktivitas seperti semula.
Harapannya, pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku sehingga memberikan rasa keadilan bagi para korban sekaligus efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya.
Referensi
- RRI – Perampokan Bersenjata di Minimarket Majalengka, Karyawan Tertembak (28 Juli 2026): https://rri.co.id/cirebon/hukum/kriminalitas/2606819/perampokan-bersenjata-di-minimarket-majalengka-karyawan-tertembak
- detikJabar – Geger Perampokan di Minimarket Majalengka, Pelaku Todongkan Senjata (28 Juli 2026): https://www.detik.com/jabar/cirebon-raya/d-8593727/geger-perampokan-di-minimarket-majalengka-pelaku-todongkan-senjata
