bikinews – Kabar positif datang dari sektor energi nasional. PT Pertamina EP Zona 7 bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan JAS-034 di Struktur Jatiasri, Jawa Barat. Sumur baru tersebut kini mulai mengalirkan minyak dengan hasil uji produksi awal mencapai 326 barel minyak per hari (barrel of oil per day/BOPD).
Keberhasilan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi minyak nasional di tengah tantangan penurunan produksi dari sejumlah lapangan migas yang telah lama beroperasi. Tambahan produksi dari sumur baru juga diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak.
Pengeboran Diselesaikan dalam 44 Hari
Pengeboran sumur JAS-034 dimulai pada 3 Juni 2026 dan berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 44 hari tanpa mencatat kecelakaan kerja (zero accident). Menurut Pertamina Drilling, pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan kolaborasi seluruh tim operasional yang mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan peralatan, dan disiplin operasional.
VP Rig Services Operation Pertamina Drilling, Komedi, menyatakan bahwa penyelesaian proyek sesuai target menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam menghadirkan layanan pengeboran yang aman, efisien, dan berkualitas.
Selain menghasilkan minyak sesuai target, proyek ini juga berhasil diselesaikan tanpa gangguan operasional yang berarti sehingga menjadi salah satu capaian penting bagi perusahaan sepanjang tahun 2026.
Menggunakan Teknologi Directional Drilling
Secara teknis, sumur JAS-034 dibor menggunakan metode directional drilling dengan profil J-Type memakai Rig PDSI #15.3/N110-M berkapasitas 1.500 horsepower.
Pengeboran mencapai kedalaman akhir sekitar 2.590 meter measured depth (mMD) atau 2.381,1 meter true vertical depth (mTVD). Target utama pengeboran berada pada Formasi Baturaja, khususnya lapisan BRF yang dinilai memiliki potensi hidrokarbon cukup baik di wilayah Jatiasri, Jawa Barat.
Pemanfaatan teknologi directional drilling memungkinkan pengeboran dilakukan secara lebih presisi menuju target reservoir, sekaligus meningkatkan peluang memperoleh hasil produksi yang optimal.
Produksi Awal Capai 326 BOPD
Pada 15 Juli 2026, sumur JAS-034 berhasil menjalani uji produksi awal dengan hasil sementara mencapai 326 BOPD menggunakan choke bean berukuran 11 milimeter. Angka tersebut menjadi indikasi awal bahwa sumur memiliki potensi produksi yang menjanjikan.
Meski demikian, proses evaluasi belum berhenti pada tahap tersebut. Tim teknis masih akan melanjutkan uji produksi menggunakan variasi ukuran bean serta melakukan pengukuran Flowing Bottom Hole Pressure (FBHP) untuk memperoleh data yang lebih lengkap sebelum sumur dioperasikan secara penuh.
Tahapan lanjutan ini penting untuk menentukan kapasitas produksi optimal sekaligus memastikan operasi dapat berlangsung secara aman dan berkelanjutan.
Operasi Berjalan Efisien
Selain mencatat hasil produksi awal yang menggembirakan, proyek JAS-034 juga menunjukkan efisiensi dari sisi biaya.
Berdasarkan estimasi lapangan, biaya pengeboran yang telah digunakan berada di kisaran 61–63 persen dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas. Capaian tersebut menunjukkan pengelolaan proyek yang dinilai cukup efektif tanpa mengurangi standar keselamatan maupun kualitas pekerjaan.
Efisiensi seperti ini menjadi salah satu faktor penting dalam industri hulu migas karena dapat meningkatkan nilai keekonomian proyek sekaligus mendukung keberlanjutan investasi di sektor energi.

Keberhasilan pengeboran JAS-034 dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah dan industri migas dalam menjaga target lifting minyak nasional.
Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan berupa penurunan produksi alami dari lapangan-lapangan tua. Oleh karena itu, pengembangan sumur baru menjadi salah satu langkah utama untuk menjaga pasokan energi domestik.
SKK Migas menyebut tambahan produksi dari sumur-sumur baru seperti JAS-034 diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kontribusi produksi minyak dalam negeri.
Selain memberikan tambahan produksi, proyek ini juga memperlihatkan bahwa lapangan migas di Jawa Barat masih memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan melalui penerapan teknologi pengeboran modern dan operasi yang efisien.
Pertamina Terus Optimalkan Lapangan Migas
Keberhasilan JAS-034 menambah daftar proyek pengeboran yang berhasil diselesaikan Pertamina EP Zona 7 sepanjang 2026.
Perusahaan menyatakan akan terus mendukung program peningkatan produksi migas nasional melalui pengembangan lapangan eksisting, pengeboran sumur baru, serta penerapan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas reservoir.
Dengan tambahan produksi awal 326 barel per hari, sumur JAS-034 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan minyak nasional sekaligus memperkuat peran Jawa Barat sebagai salah satu wilayah strategis dalam industri hulu migas Indonesia.
Referensi
- detikFinance – Sumur Minyak Baru di Jabar Mulai Mengalir, Produksi 326 Barel per Hari.
- CNBC Indonesia – RI Dapat Tambahan Minyak 326 Barel/Hari dari Jabar, Ini Lokasinya.
- Liputan6 – Rig Pertamina Drilling Tuntaskan Sumur JAS-034, Produksi Minyak Awal 326 BOPD.
- Listrik Indonesia – Pertamina EP Temukan Sumur Minyak Baru Berkapasitas 326 BOPD.
