Ketapang
berita terkini

Pelabuhan Ketapang Lumpuh Akibat Demo Sopir Truk, Antrean Kendaraan Tembus 9,3 Km

Aktivitas Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, sempat terganggu akibat aksi pengemudi truk logistik pada Sabtu, 26 September 2026. Akses pelabuhan sempat ditutup dan aktivitas bongkar muat terhenti sekitar 3,5 jam, sehingga antrean kendaraan pada Minggu dilaporkan mencapai sekitar 7,8 kilometer pada siang hari dan sempat tercatat 9,3 kilometer pada pagi hari.

bikinews – Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi sempat lumpuh akibat demo sopir truk logistik yang berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026. Aksi tersebut membuat aktivitas bongkar muat kapal terhenti dan memicu antrean panjang kendaraan yang dampaknya masih terasa hingga Minggu, 27 September 2026.

Kemacetan tidak hanya terjadi di sekitar pintu masuk pelabuhan. Antrean kendaraan meluber ke Jalan Gatot Subroto dan memanjang hingga kawasan Watudodol, sementara antrean juga muncul di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Aksi para sopir berkaitan dengan pola pemuatan kendaraan logistik ke kapal, khususnya operasional Dermaga LCM. Sementara itu, ASDP menjelaskan bahwa penyesuaian muatan dilakukan KSOP Tanjung Wangi dengan mempertimbangkan keselamatan pelayaran, termasuk kondisi cuaca dan arus laut.

Aksi pengemudi kendaraan logistik berlangsung di kawasan Pelabuhan Ketapang pada Sabtu sore. Para sopir menyampaikan aspirasi mengenai pengaturan kendaraan logistik yang masuk dan dimuat ke kapal.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Rudi Wicahyono mengatakan para pengemudi meminta agar pemuatan truk-truk besar ke kapal dapat dimaksimalkan. Aksi tersebut kemudian berdampak pada aktivitas operasional kawasan pelabuhan.

Menurut keterangan kepolisian yang dikutip sejumlah media, aktivitas bongkar muat sempat tidak dapat dilakukan sekitar 3,5 jam. Penumpukan kendaraan yang sebelumnya sudah berada di sekitar pelabuhan akhirnya meluber ke jalan raya.

JATIMTIMES melaporkan akses keluar-masuk Pelabuhan Ketapang ditutup sejak sekitar pukul 14.00 WIB dan kembali dibuka sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara ASDP menyatakan pelabuhan kembali dibuka dan beroperasi normal sekitar pukul 20.15 WIB.

Dengan demikian, gangguan akses secara keseluruhan berlangsung selama beberapa jam, sedangkan aktivitas bongkar muat disebut terhenti sekitar 3,5 jam. Perbedaan durasi tersebut berkaitan dengan hal yang diukur, yakni penutupan akses kawasan dan penghentian aktivitas bongkar muat.

Ketika operasional kembali dibuka, kendaraan yang sudah telanjur menumpuk tidak dapat langsung terurai. Efek kemacetan pun masih terlihat hingga keesokan harinya.

Pada Minggu pagi, kepolisian mencatat antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang sempat mencapai sekitar 9,3 kilometer. Ekor antrean bahkan telah mencapai kawasan sebelah utara Grand Watu Dodol.

Ketapang

Pada pengukuran sekitar pukul 12.00 WIB, antrean dilaporkan berada di kisaran 7,8 kilometer. Perbedaan angka tersebut menunjukkan kondisi antrean berubah seiring proses penguraian kendaraan yang dilakukan petugas.

ASDP sendiri melaporkan pada Minggu sekitar pukul 10.00 WIB ekor antrean berada di sekitar Dusun Parasputih, Bangsring, atau sekitar delapan kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Apa Penyebab Sopir Truk Demo di Pelabuhan Ketapang?

Demo berkaitan dengan dinamika pengoperasian kendaraan logistik di Dermaga LCM. Para pengemudi meminta adanya kepastian dan optimalisasi pemuatan kendaraan besar agar antrean truk dapat bergerak lebih cepat.

Di sisi lain, ASDP menjelaskan adanya penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi. Pengaturan tersebut mencakup komposisi truk besar dan sedang yang dapat dimuat ke kapal.

Menurut ASDP, keputusan operasional tersebut didasarkan pada pertimbangan keselamatan pelayaran. Kondisi cuaca dan maritim pada saat itu menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.

Ada Peringatan Angin Kencang dan Arus Kuat

ASDP menyebut BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi–Pelabuhan Ketapang mengeluarkan peringatan dini pada Sabtu pukul 14.00 WIB. Terdapat potensi angin kencang sekitar 10–15 knot dari arah utara.

Selain angin, terdapat potensi arus kuat dengan kecepatan lebih dari 1,2 meter per detik. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam pengaturan operasional dan muatan kapal.

Karena itu, persoalan yang memicu aksi tidak hanya berkaitan dengan panjangnya antrean truk. Operator dan regulator juga harus memperhitungkan batas keselamatan ketika menentukan pola pemuatan kendaraan.

Demo Berakhir Setelah Ada Kesepakatan

Aksi akhirnya mereda setelah dilakukan komunikasi dan mediasi antara perwakilan sopir dengan pemangku kepentingan. Para pihak kemudian mencapai sejumlah komitmen mengenai operasional penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.

Kesepakatan melibatkan Asosiasi Seluruh Sopir Pengguna Jasa Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk bersama KSOP, BPTD, KP3, Gapasdap, INFA, ASDP Cabang Ketapang, serta pihak terkait lainnya.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah penggunaan Dermaga LCM untuk kendaraan logistik. Para sopir menginginkan kepastian pola operasional agar perubahan pengaturan tidak kembali menimbulkan penumpukan kendaraan.

Salah satu hasil kesepakatan berkaitan dengan pembagian kendaraan berdasarkan berat muatan. Kendaraan dengan muatan lebih dari 30 ton diarahkan untuk mendapatkan penanganan melalui kapal LCM.

Sementara kendaraan dengan berat maksimal 30 ton akan dibagi ke kapal yang beroperasi di dermaga lainnya. Pengaturan tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan kapasitas angkut dan mempercepat aliran kendaraan.

Para pemangku kepentingan juga berkomitmen mempercepat proses kapal sandar, pemuatan, hingga keberangkatan. Namun pelaksanaan tetap harus mempertimbangkan keselamatan pelayaran dan kondisi aktual di lapangan.

Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi antrean setelah pelabuhan kembali beroperasi. Pemilahan kendaraan dilakukan sekitar 1,5 kilometer sebelum kawasan Pelabuhan Ketapang.

Kendaraan logistik berukuran besar diarahkan ke sisi kiri jalan untuk memasuki buffer zone. Area penyangga tersebut disebut memiliki kapasitas sekitar 450 kendaraan.

Sementara mobil pribadi dan kendaraan berukuran lebih kecil diarahkan melalui sisi kanan. Tujuannya agar kendaraan tersebut dapat menuju area pelabuhan tanpa ikut terjebak dalam barisan truk logistik.

Antrean Juga Terjadi di Pelabuhan Gilimanuk

Gangguan di Ketapang turut memberikan dampak di sisi Bali. Kendaraan yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa juga mengalami antrean panjang.

Polres Jembrana mencatat pada Minggu pagi antrean mencapai kawasan Monumen Lintas Laut atau sekitar 3,5 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. ASDP dalam pemantauan lainnya menyebut antrean di sisi Gilimanuk berada di kisaran empat kilometer.

Kepolisian kemudian menempatkan personel Satlantas, Samapta, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk di sejumlah titik. Petugas berusaha menjaga kendaraan tetap berada di jalurnya agar kemacetan tidak semakin parah.

Mengapa Gangguan Ketapang Bisa Berdampak sampai Gilimanuk?

Ketapang dan Gilimanuk merupakan dua sisi dari satu lintasan penyeberangan Jawa–Bali. Gangguan operasional pada salah satu pelabuhan dapat memengaruhi pergerakan kendaraan di pelabuhan lainnya.

Ketika kendaraan tidak dapat keluar atau masuk Ketapang secara normal, rotasi kapal dan arus kendaraan dari Gilimanuk ikut terdampak. Akibatnya, kendaraan yang hendak meninggalkan Bali juga dapat mengalami penumpukan.

Situasi tersebut terlihat setelah aksi sopir pada Sabtu. Meski Pelabuhan Ketapang kembali beroperasi pada malam hari, antrean di kedua sisi masih harus diurai secara bertahap pada Minggu.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan Pelabuhan Ketapang telah kembali dibuka sekitar pukul 20.15 WIB pada Sabtu. Pelayanan kemudian dilaporkan berlangsung normal pada Minggu pagi.

Namun, normalnya operasional tidak berarti antrean langsung hilang. Ribuan kendaraan yang sebelumnya tertahan tetap harus masuk pelabuhan secara bertahap sesuai kapasitas kapal dan dermaga.

ASDP kemudian berfokus pada percepatan operasional untuk mengurai kepadatan di sisi Jawa maupun Bali. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan cuaca dan keselamatan pelayaran.

Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan sejumlah rekayasa untuk mempercepat penguraian antrean. Pemisahan antara kendaraan logistik besar dan kendaraan kecil menjadi salah satu langkah utama.

Langkah tersebut diperlukan karena karakter kendaraan yang menuju pelabuhan berbeda-beda. Truk besar membutuhkan pengaturan khusus sebelum masuk kapal, sedangkan kendaraan pribadi relatif lebih mudah diarahkan menuju area penyeberangan.

Petugas juga terus berjaga di jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Fokusnya adalah mencegah kendaraan menutup seluruh badan jalan sehingga arus dari arah berlawanan tetap dapat bergerak.

Arus Logistik Jawa-Bali Ikut Terdampak

Pelabuhan Ketapang bukan hanya melayani kendaraan pribadi dan wisatawan. Lintasan Ketapang–Gilimanuk juga menjadi salah satu jalur penting pergerakan truk logistik antara Pulau Jawa dan Bali.

Karena itu, penutupan akses selama beberapa jam dapat menghasilkan efek berantai. Truk yang tidak dapat memasuki kapal akan terus bertambah seiring kedatangan kendaraan baru dari jalur darat.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa antrean tetap panjang meskipun pelabuhan sudah dibuka kembali. Kapasitas pelayanan membutuhkan waktu untuk menghabiskan penumpukan yang terbentuk selama gangguan operasional.

Di tengah tuntutan agar kendaraan lebih cepat diseberangkan, ASDP menegaskan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas. Pengaturan muatan tidak dapat semata-mata dilakukan untuk mempercepat antrean.

Cuaca, arus laut, jenis kapal, dan berat kendaraan harus menjadi pertimbangan sebelum kapal diberangkatkan. Kondisi angin serta arus kuat pada Sabtu menjadi salah satu alasan regulator melakukan penyesuaian operasional.

ASDP menyatakan setiap perubahan pengoperasian akan dilakukan secara terukur. Koordinasi juga dilakukan bersama KSOP, BMKG, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kepolisian meminta pengguna jasa penyeberangan mengikuti arahan petugas selama proses penguraian antrean. Kendaraan yang mengambil jalur secara sembarangan berpotensi membuat kemacetan semakin sulit dikendalikan.

Imbauan serupa disampaikan di sisi Gilimanuk. Kendaraan diminta tetap berada pada jalurnya sehingga arus dari arah berlawanan tidak tertutup.

Kedisiplinan pengguna jalan menjadi penting ketika antrean telah mencapai beberapa kilometer. Satu jalur yang tertutup kendaraan dapat menciptakan kemacetan dua arah dan memperlambat proses pemulihan.

Pada Minggu pagi, ASDP menyatakan situasi di kawasan Pelabuhan Ketapang sudah kondusif dan pelayanan kembali berjalan. Tantangan berikutnya adalah menghabiskan antrean kendaraan yang telah terbentuk sejak sehari sebelumnya.

Proses tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus karena kendaraan harus masuk sesuai kapasitas dermaga dan kapal. Pengaturan juga harus tetap mengikuti kondisi cuaca serta ketentuan keselamatan.

Karena itulah kemacetan masih terlihat jauh setelah aksi demonstrasi selesai. Dampak penutupan beberapa jam dapat berlangsung lebih lama ketika jumlah kendaraan yang menunggu sudah sangat besar.

Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi sempat mengalami gangguan serius akibat aksi sopir truk logistik pada Sabtu, 26 September 2026. Aksi berkaitan dengan pengaturan pemuatan kendaraan logistik, khususnya di Dermaga LCM, dan membuat aktivitas bongkar muat sempat berhenti sekitar 3,5 jam.

Dampaknya, antrean kendaraan menuju Ketapang pada Minggu sempat tercatat sekitar 9,3 kilometer pada pagi hari, sekitar delapan kilometer menurut pantauan ASDP pukul 10.00 WIB, dan sekitar 7,8 kilometer pada pukul 12.00 WIB. Antrean juga terjadi di sisi Gilimanuk dengan panjang sekitar 3,5–4 kilometer.

Aksi berakhir setelah dilakukan mediasi dan tercapai komitmen antara perwakilan sopir dengan ASDP, KSOP, BPTD dan pemangku kepentingan lainnya. Setelah pelabuhan kembali beroperasi, kepolisian dan pengelola penyeberangan melakukan rekayasa serta percepatan pelayanan untuk mengurai antrean dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran.

Referensi

Liputan6.com. Demo Sopir Logistik Lumpuhkan Ketapang, Antrean Kendaraan 7,8 Km. 27 September 2026.

Bisnis.com. ASDP Ungkap Biang Kerok Antrean Panjang di Pelabuhan Ketapang, Sopir Truk Demo. 27 September 2026.

Banyuwangi Jatim Times. Pelabuhan Ketapang Lumpuh 6 Jam Gegara Demo Sopir, Antrean Tembus 9,3 Km. 27 September 2026.

ANTARA. Polres Jembrana Kerahkan Personel Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk. 27 September 2026.

Merdeka.com. Pelabuhan Ketapang Macet 7,8 Km, Imbas Demo Sopir Logistik. 27 September 2026.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *